contoh kalimat mahathir mohamad
- 10 July – Tun Dr Mahathir Mohamad celebrated his 70th birthday.
10 Juli – Tun Dr Mahathir Mohammad merayakan hari ulang tahunnya yang ke-70. - In 1987, Tengku Razaleigh Hamzah challenged the then Prime Minister Dr. Mahathir Mohamad.
Pada tahun 1987, Tengku Razaleigh Hamzah menantang Mahathir dalam perebutan kursi presiden UMNO dan perdana menteri. - The party is led by Prime Minister Mahathir Mohamad as Chairman and Muhyiddin Yassin as President.
Partai ini dipimpin oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad sebagai Ketua dan Muhyiddin Yassin sebagai Presiden. - Former Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad accused George Soros of ruining Malaysia's economy with "massive currency speculation".
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menuduh George Soros mengacaukan ekonomi Malaysia melalui "spekulasi mata uang besar-besaran". - Prime Minister Tun Dr Mahathir Mohamad described Nasimuddin as an example of the New Economic Policy's (NEP) success, Bernama reported.
Namun begitu, Mahathir Mohamad menyebutkan bahwa Nasimuddin merupakan satu contoh kesuksesan Dasar Ekonomi Baru (DEB) yang diterapkan pemerintahannya. - Jakarta, CNN Indonesia — Former Prime Minister of Malaysia, Mahathir Mohamad, conceded that he admires figure and ideas of the first president of Indonesia, Soekarno.
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaku mengagumi sosok dan pemikiran Presiden pertama Indonesia Soekarno. - He met President R. Venkataraman in India, President Suharto in Indonesia, Prime Minister Mahathir Mohamad in Malaysia, and Prime Minister Bob Hawke in Australia.
Di Asia ia bertemu Presiden R. Venkataraman di India, Presiden Suharto di Indonesia dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad di Malaysia, sebelum mengunjungi Australia dan Jepang. - The “Dr. Sun Yat Sen in Penang” historical gallery was launched by former Prime Minister of Malaysia, Tun Dato’ Seri Dr. Mahathir Mohamad on 4 February 2001.
Galeri bersejarah “Dr. Sun Yat Sen di Pulai Pinang” diluncurkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dato' Seri Dr. Mahathir Mohamad pada 4 Februari 2001. - Later, Mahathir Mohamad criticised Abdullah for cancelling a number of development projects that the former had started, such as the construction of a bridge to replace the causeway linking Malaysia and Singapore.
Kemudian, Mahathir mengkritis Abdullah karena membatalkan banyak projek pembangunan yang dimulakan oleh Mahathir, contohnya pembangunan jembatan untuk menggantikan kosway yang menghubungi Malaysia dan Singapura. - Present in the concert were people who have helped her throughout the years including her former mentor, Adnan Abu Hassan and former Prime Minister of Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad.
Konser tersebut dihadiri oleh orang-orang yang telah membantunya sepanjang tahun yang meliputi mantan mentornya, Adnan Abu Hassan dan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad. - Assaat's ideas were later adopted by Tunku Abdul Rahman and Mahathir Mohamad as the Malaysian economy policy to protect the majority and indigenous ethnic Malay in Malaysia, which was then faced with a similar economic situation.
Gagasan Assaat belakangan diterapkan oleh Tunku Abdul Rahman dan Mahathir Mohammad sebagai kebijakan ekonomi untuk melindungi mayoritas melayu di Malaysia. - It was also the first time Barisan Nasional became the opposition coalition after almost 61 years in power, with former prime minister and Barisan Nasional chairman Mahathir Mohamad becoming PH's leader.
Ini juga kali pertama Barisan Nasional menjadi partai oposisi setelah hampir 61 tahun berkuasa, dengan mantan perdana menteri dan ketua BN Mahathir Mohamad menjadi pemimpin Pakatan Harapan (PH) . - Tun Dr. Siti Hasmah binti Haji Mohamad Ali (born 12 July 1926) is the wife of the 4th and 7th Prime Minister of Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad.
Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali (lahir di Pelabuhan Klang, Selangor, Malaysia, 12 Juli 1926; umur 92 tahun) adalah seorang ahli kesehatan dan istri dari Perdana Menteri Malaysia ke-4 dan ke-7, Mahathir Mohamad. - Incumbent Malaysian Prime Minister Najib Razak has denied any wrongdoing amidst the ongoing 1Malaysia Development Berhad scandal and former premier Mahathir Mohamad has come out in support of pro Bersih campaigners.
Perdana Menteri Malaysia petahana, Najib Razak membantah melakukan kesalahan apa pun di tengah-tengah skandal 1Malaysia Development Berhad yang masih berlangsung dan mantan perdana menteri Mahathir Mohamad telah menyatakan diri mendukung aktivis pro-Bersih. - An article in Malaysia Today commented that "Gore's comments constituted a none-too-subtle attack on Malaysia's Prime Minister Mahathir Mohamad and more generally on governments, including Japan, that resist US demands for further market reforms."
Sebuah artikel di Malaysia Today mencantumkan bahwa, "komentar Gore adalah serangan nyata terhadap Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dan pemerintahan-pemerintahan lain, termasuk Jepang, yang menolak tuntutan reformasi pasar Amerika Serikat". - In 1979, President Hosni Mubarak paid an official visit to Malaysia (as a vice-President at the time), while in April 2003 the Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad paid a working visit to Egypt.
Pada tahun 1979, Presiden Hosni Mubarak mengadakan kunjungan resmi ke Malaysia (sebagai seorang Wakil Presiden pada saat itu), sedangkan pada April 2003 Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengadakan kunjungan kerja ke Mesir. - During this informal meeting, Abdurrahman suggested Castro that one of the summit attendants promote the results of the international event to the Northern countries, and proposed Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad to do the job.
Dalam pertemuan informal ini, Abdurrahman menyarankan Castro agar salah satu pembantu promosi mempromosikan hasil kegiatan internasional kedua negara ke negara-negara Utara dan menyusulkan perlakuan pekerjaan kepada Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad. - A non-Malay boycott of Malay goods and services received "near total" support, while many Malays, such as Mahathir Mohamad and Raja Muktaruddin Daim began calling for an autocracy led by UMNO alone, and the removal of the Tunku.
Boikot kaum non-Melayu terhadap barang-barang buatan dan jasa Melayu didukung secara penuh, manakala banyak kaum Melayu seperti Mahathir Mohamad dan Raja Muktaruddin Daim menyerukan pemerintahan otokrasi satu partai di bawah UMNO.